Jumat, 04 November 2011

Rasulan di desa Wiladeg Gunungkidul92




a. Apa itu Rasulan ???

Rasulan!!!! Apakah yang ada dibenak seseorang ketika mendengar kata rasulan???? Kemungkinan menurut saya kebanyakan orang pasti berpikir tidak jauh dari kata kegiatan yang ada hubungannya dengan peringatan terhadap suatu momen hidup para rasul setelah mendengar kata rasulan. Sebenarnya Tradisi rasulan merupakan tradisi dari jaman dahulu yang masih dilestarikan sampai sekarang oleh masyarakat kabupaten Gunungkidul dari ujung barat yaitu Kecamatan Panggang dan sampai yang paling timur yakni Kecamatan Girisobo serta daerah sekitarnya. Di tempat lain biasanya tradisi rasulan dinamakan bersih dusun. Rasulan biasanya dilaksanakan setelah panen raya yang dilakukan oleh masyarakat dan dijadikan masyarakat sebagai acara untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan rizki hasil panen yang melimpah. Biasanya rasulan dilaksanakan di setiap pedesaan ataupun di padukuhan dan dengan waktu yang berbeda-beda, sesuai dengan pelaksanaan panen masing-masing desa.

Disebut dengan rasulan karena dalam acara rasulan ini salah satu tokoh yang paling dihormati yaitu Nabi Muhammad yang telah menjadi panutan manusia. Disebut bersih dusun karena dalam upacara ini terdapat hal hal yang sangat berguna, seperti kerja bakti, gotong royong, merapikan tempat-tempat umum, tempat makam, selamatan, kendurian, dan di lanjutkan dengan kirim doa kepada leluhur masyarakat tersebut, yang bertujuan meminta kemakmuran, kesehatan, terhindar dari bencana kepada Allah swt.
Dalam acara ini tokoh-tokoh yang disebut yaitu Allah swt, Nyai Roro Kidul, Ki Amongsari, Kiai bodho, leluhur desa, Nabi Leyas (ilyas), Nabi Kilir(khidzir), Kyai Kundhi, dan Nyai Kundhi

Banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam tradisi rasulan ini, biasanya tradisi rasulan diawali dengan bersih dusun dengan gotong royong di lingkungan dusun, seperti jalan-jalan di kampung, pembuatan pagar di pinggir jalan, membersihkan makam, mebersihkan kali dan lain sebagainya. Tradisi rasulan juga dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan, seperti adanya perlombaan sepakbola antar kampung, voly dan ada juga berbagai macam pertunjukan dan tontonan yang diadakan, seperti reog, jathilan, ketophrak juga kesenian kesenian yang lainnya semuanya tersebut tergantung kesanggupan warga dan dana yang tersedia.
Dalam tradisi rasulan, seluruh masyarakat menyiapkan hidangan yang sangat istimewa untuk saudara atau tetangga yang ingin bersilaturrahmi, dengan menu yang sangat komplit. Dan makanan yang tidak pernah tertinggal adalah peyek. Peyek merupakan makanan yang terbauat dari tepung beras yang dicampur dengan kacang tanah dan digoreng dengan tipis-tipis, dalam setiap ada kegiatan tradisi rasulan makanan yang satu ini tidak pernah absen. Masyarakat melakukannya untuk bersyukur kepada Allah dan menyisihkan sebagian rizkinya kepada orang lain. Dari orang berduit sampai yang kekuranganpun melakukan hal yang sama dalam penyajian hidangan.

b. Lokasi desa Wiladeg
Saat ini penulis akan menyajikan gambaran perayaan rasulan di desa Wiladeg Kecamatan Karagmojo Kabupaten Gunungkidul. Desa Wiladeg berada sekitar 5 km dari kota Wonosari kearah timur laut yaitu pada Jl.Wonosari-Semin. Desa yang kebanyakan masyarakatnya berwirausaha menjual bahan-bahan bangunan.

c. Sejarah rasulan di desa Wiladeg
Menurut saudara Jefri yang notabene berdomisili di desa Wiladeg tradisi rasulan sudah ada sejak lama, bahkan sejak agama islam belum masuk di desa Wiladeg, saat itu menurut berita dari mulut kemulut warga tradisi rasulan Wiladeg namanya bukan rasulan, dan belum diketahui kapan akhirnya diberi nama dengan tradisi rasulan. Tradisi ini berjalan dengan turun-temurun. Tradisi rasulan dilaksanakan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan atas rizki yang telah diberikan. Menurut saudara Jefri, tradisi rasulan di desa Wiladeg merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh warga Wiladeg disetiap tahunnya, bahkan sampai-sampai sudah mendarah daging di kalangan masyarakat. Dan tradisi rasulan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Wiladeg.

d. Waktu dan tempat pelaksanaan
Pelaksanaan tradisi rasulan di desa Wiladeng dilaksanakan setahun sekali saat musim panen tiba, yang dilaksanakan pada hari jum’at legi (nama pasaran jawa). Tradisi rasulan dilaksanakan di pusatkan di balai desa, pelaksanaan tradisi rasulan pun dilaksanakan di jalan-jalan, kali, di tempat-tempat yang di anggap keramat oleh warga desa Wiladeg.

e. Pelaksanaan kegiatan
Kemeriahan pelaksanaan tradisi melebihi dari kemeriahan hari-hari besar lainnya seperti lebaran dan natal, masyarakat luar kota pun datang jauh-jauh untuk menikmati suasana tradisi rasulan di desa yang sangat meriah, dan hal ini sekaligus menjadi penarik wisatawan untuk berwisata budaya di desa Wiladeg. Pelaksanaan acara tradisi rasulan di desa wiladeg biasanya dilakukan selama tiga hari. Ketiga hari tersebut merupakan agenda inti dari tradisi rasulan, akan tetapi silaturrahmi yang di lakukan masyarakat akan berlangsung hingga satu minggu. Pada hari pertama diawali dengan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan desa yang biasa disebut bersih desa, seluruh elemen masyarakat dari petani sampai konglomeratpun diharuskan terjun ke lingkungan untuk ikut andil dalam kerja bakti tersebut, dan untuk menciptakan suasana masyarakat yang saling tolong-menolong antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya serta untuk menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan. Adapun objek dari yang dibersihkan adalah lingkungan sekitar masyarakat seperti jalan, tempat ibadah dan lain sebagainya. Salah satu tempat yang dibersihkan dan dianggap sakral oleh masyarakat desa wiladeg yaitu kali Banteng yang berada di sekitar desa wiladeng, yang konon dari sungai itulah desa Wiladeng terbangun sehingga terbentuklah desa Wiladeng seperti sekarang ini. Kemudian setelah masyarakat melakukan bersih-bersih desa, dilanjutkan dengan doa bersama di tempat-tempat yang dianggap sakral seperti di kali banteng yaitu dengan disediakannya makanan-makan yang bermacam-macam, dan sesajen-sesajajen sedemikian rupa yang dipimpin oleh Kiyai Haji Mubari M.Z
dan tempat-tempat lainnya.

Kemudian pada hari intinya yaitu hari jumat legi dimana merupakan puncak dari kegiatan tradisi rasulan pada pagi harinya masyarakat membuat gunungan-gunungan bermacam macam yang biasanya terbuat dari hasil panen di desa Wiladeg, ada juga replika besar dari hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan tanaman palawija seperti jagung, singkong dan lainnya. Gunungan-gunungan ini diarak menyusuri desa yang dilaksanakan dan dimeriahkan oleh warga. Biasanya dalam pengarakan ini baris yang paling depan adalah Reog yang melambangkan prajurit kemudian setelah itu sesepuh desa Wiladeg yang memimpin pengaraan ini yaitu oleh sesepuh desa Wiladeg yang bernama Mbah Gembong, kemudian di belakang sesepuh yaitu gunungan-gunungan yang bermacam-macam tersebut. Setelah gunugan-gunungan tersebut diarak mengelilingi desa, semuanya di taruh di halaman balai desa Wiladeg. Pada pukul 14.00 siang, Masyarakat berkumpul di balai desa untuk menyaksikan gunungan-gunungan tersebut dan akan merebutkan gunungan-gunungan pada saat penutupan. Dalam tradisi rasulan desa Wiladeg biasanya dalam puncak acara tradisi rasulan bapak camat dan bapak lurah di undang untuk menghadiri acara tersebut. Kemudian gunung-gunung itu di doakan oleh Kiyai Haji Mubari M.Z, yang merupakan panutan di desa Wiladeg. Setelah di doakan gunugnan-gunungan tersebut dipersilahkan kepad warga untuk mengambilnya, dan akhirnya gunungan-gunungan tersebut di perebutkan oleh warga yang barang siapa yang mendapatkan bagian dari gunungan-gunungan tersebut dipercaya akan mendapat berkah yang lebih dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemudian setelah prosesi gunungan-gunungan selesai pada sore harinya diadakan pertandingan-pertandingan olahraga seperti sepakbola, voli. Biasanya dalam pelaksanaan pertandingan sepakbola ataupun voly desa Wiladeng mengundang dari klub di luar desa tersebut. Dan dimalam harinya diakhiri dengan pertunjukan wayang kulit, akan tetapi meskipun dari desa Wiladeng ada dalang dalm pertunjukan wayang kulit dalam tradisi rasulan di desa Wiladeg di datangkan dari luar, mesipun acara penutupan setelah pertunjukan wayang kuli, masyarakat masih ramai setelah hari penutupan tersebut.

f. Tujuan diadakan tradisi rasulan di desa Wiladeg

Di desa Wiladeg tradisi Rasulan merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, ada tujuan-tujuan yang hendak dicapai masyarakat dengan dilaksanakannya tradisi rasulan ini, yaitu :
1. Syukuran : di dalam kegiatan rasulan terdapat acara doa-doa, mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. dilaksanakan supaya masyarakat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rejeki yang melimpah.

2. Melestarikan tradisi : diharapkan dengan dilaksankan tradisi ini dapat mempertahankan tradisi yang di tinggalkan nenek moyang supaya tradisi ini selalu tetap berjalan sampe anak cucu mereka.

3. Memperkokoh tali persaudaraan : kemudian tradisi rasulan tongini di laksanakan supaya dengan dilaksanakannyaacara ini dengan teratur dapat memperkokoh tali persaudaraan antara masyarakat, dengan gotong-royong otomatis masyarakat saling bantu membantu antara yang satu dengan yang lainnya.

4. Menarik wisatawan : dengan diadakannya kegiatan tradisi rasulan ini diharapkan menjadi penarik wisatawan domestik maupun luar yang ingin berwisata budaya.

g. Kesimpulan

Tradisi rasulan di desa Wiladeg merupakan salah satu bagian dari tradisi rasulan yang ada di Gunungkidul. Tradisi rasulan merupakan aset bedaya yang sangat perlu untuk dipertahankan, karena dengan keunikan dan kekhasannya, kelestarian jiwa kebersamaanya dengan semangat bergotong-royong maka keharmonisan masyarakat dapat terwujud. Dan tradisi rasulan ini bisa menjadi salah satu aset budaya bangsa yang patut dengan bangganya kita mempertahankan dan mempublikasikannya ke dunia internasional.



Narasumber
1. Muhammad Jefri pada tanggal 29 Oktober 2010

Oleh : Adib Aunillah F/Sastra Arab/FIB/UGM

Minggu, 30 Oktober 2011

Novel “Menjadi Tua dan Tersisih”




Masa menjadi seorang tua merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri dimana pasti semua orang akan mengalaminya. Menjadi tua memang saat dimana masa terakhir seseorang menunggu Tuhan akan menjemputnya. Seseorang tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya dimasa tua. Apakah ia akan menjadi orang tua yang sehat badannya, cerdas pikirannya sehingga sampai Tuhan menjemput ajalnya tidak ada satu orangpun yang ia repotkan. Atau sebaliknya ia menjadi seorang tua yang pikun, apapun yang akan ia lakukan memerlukan bantuan orang lain. Sehingga orang-orang lain sangat ia butuhkan bantuannya untuk melakukan hal-hal yang ingin ia lakukan. Anak-anaknya merupakan lingkungan pertama yang akan ia mintai bantuan untuk melakuakanhal yang igninia lakukan. Hal ini menjadi sebuah pilihan bagi seseorang apakah dimasa tua ia akan merepotkan orang lain atau sebaliknnya ia akan menjadi tua yang sehat badan, akal, sehingga tidak ada seorang pun yang ia repotkan pada masa tuanya.
Novel ini berisi tentang seorang perempuan yang bernama Safira Marahiyah. Selama hidupny, Safira Mahariaya harus mengalami perjalanan yang begitu pahit. Entah kenapa ia merasa Tuhan tidak pernah sekali pun memberikan kebahagiaa untuknya. Ibunya mati karena mengidap kanker rahim saat Safira Marahiya berumur lima tahun.Sejak itulah ia menyandang gadis piatu tanpa ibu. Dimana ia selalu bersaha untuk mencari sebah pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang ia lamar entah kenapa menolaknya, mungkin karena postur tubuhnya yang begitu besar menjadikannya nilai minus dimata asing. Suatu ketika ia ingin melamar untk menjdai seorang perawat, ia menjalani interview untuk tahap seleksi calon perawat di suatu rumah sakit. Dengan hanya beberapa pertanyaan dilontarkan kepadanya. Tidak ada tanda-tanda yang pasti baha ia akan diterima. Beberapa pekerjaan ia lamar, akan tetapi tidak ada satu pun pekerjaan yang menerimyanya. Mungkin karena tubuhnya tidak berpostur seperti perawat impian impian pada umumnya. Bahkan, mungkin saja pasien anak kecil takut ketika bertatap muka dengannya. Bukan perasaan senang dan nyaman yang ada. Namun, mungkin hanyalah cacian yang tak kalah kejamnya, bagai sebilah golok yang mencabik-cabik jantungnya. .
Pada akhirnya ia mengajukan diri untuk menjadi perawat di sebuah panti jompo, dimana di dalamnya penuh dengan orang-orang yang telah lansia. Dan ia diterima menjadi perawat di sebuah panti Jompo “Old is Never Die”. Sebenarnya pekerjaan ini sangat ia benci, karena dirinya tidak suka melayani dengan orang-orang tua yang banyak. Safira Marahiya mendapatkan tugas untuk mendampingi seorang Lansia yang bernama Laman. Ia merupakan salah satu pasien di panti jompo tersebut. Ia dikirim anaknya ke panti jompi ini karena ia mengalami kelemahan pada tubuhnya, sehingga semua pekerjaan harus dikerjakan oleh anaknya. Anak-anak Laman sudah tidak sabar lagi untuk merawatnya. Pada akhirnya mereka mengirimkannya ke sebuah panti Jompo, yang sebenarnya hal inijauh dari angan-angannya. Sebenarnya kesaehatan akalnya masih baik, hanya saja karena kelemahan fisiknya ia harus meminta pertolongan kepada orang lain untuk melakukan semuanya. Sebenarnya Laman merupakan seorang saudagar yang sangat kaya, ia menjadi direktur di perusahaannya sendiri. Anak-anaknya ia berikan fasilitas yang terbaik agar semuanya bisa mereka lakukan. Tapi balasannya dimasa tua tidak ia sangka-sangka kalau ia dikirim ke sebuah Panti Jompo. Safira mendapatkan banyak pelajaran dari Laman, apa sebenarnya makna hidup ini. Tuan Laman memberikan berjuta-juta ilmu kepadanya. Safira Marahiya pun menyadari betapa berharga arti hidup ini.
Novel ini sangat baik bagi pembaca yang ingin mengetahui bagaimana arti hidup sebenarnya. Dikisahkan dengan bahasa yang menarik menjadikan buku ini tidak bosan untuk membacanya. Novel psoikologi ini meggugah hati nurani manusia yang terbuang tentang jerit lara si tua yang tidak dihargai, layaknya seonggok sampah yang terbuang sia-sia. Adib Aunillah F/SA/FIB/UGM

Selasa, 25 Oktober 2011

Arabic Days / Al Ayyam Al Arobiyah UGM



Salah satu agenda tahunan Ikatan Mahasiswa Sastra Asia Barat (IMABA) adalah Arabic Days / Ayyamul. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya IMABA FIB UGM pada tahun ajaran 2011/2012 ini akan mengadakan kegiatan yaitu beberapa perlombaan untuk tingkat SMA/MA se-DIY.
Beberapa cabang lomba yang ada adalah
- Lomba Pidato Bahasa Arab
- Lomba Kaligrafi
- Lomba Fashion Show

Perlombaan akan di laksanakan pada tanggal 6-9 November 2011

Eksploitasi Hutan di Indonesia


Akhir-akhir ini pemanasan global (global warming) menjadi topik yang tidak asing lagi di trlinga kita. Banyak kalangan-kalangan yang menyuarakan untuk mencegah global warming, baik dari lembaga, ormas dan elemen masyarakat lainnya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan oleh manusia. Mereka melakukannya hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, dengan keserakahannya tanpa mempertimbangkan apa efek dari perbuatan buruknya tersebut. Salah satu sumber daya alam yang sering di rampas oleh kerakusan manusia adalah hutan. Menurut Arifin Arief (1988) dijelaskan, hutan merupakan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbhan-tumbuhan memanjat dengan bunga yang beranekan warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Dari sudut pandang orang ekonomis, hutan merupakan tempat penanaman modal jangka panjang yang sangat menguntungkan dalam bentuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Sedangakan bagi para ilmuwan, hutan menjadi sangat bervariasi sesuai dengan spesifikasi ilmu. Ahli silvikultur mempunyai pandangan berbeda dengan ahli management hutan atau ahli ekologi atau ahli ilmu-ilmu lainnya. Menurut ahli silvika, hutan merupakan hutan merupakan suatu assosiasi dari tumbuhan-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pohon-pohon atau vegetasi kayu yang menempati areal luas. Sedangkan ahli ekologi mengartikan hutan sebagai suatu masyarakat tumbuh-tmbuhan yang dikuasai oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan berbeda dengan keadaan lingkungan di luar hutan.
Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai hutan yang begitu luas dan menjadi salah satu penyeimbang atmosfir di bumi. Kalimantan (borneo) menjadi salah satu pulau terbesar di dunia yang terdapat ekosistem hutan yang sangat luas. Akan tetapi puluhan tahun belakangan ini ekosistem hutan di borneo


Adib 'Aunillah Fasya
Sastra Asia Barat
Universitas Gadjah Mada

Adaptasi mahasiswa baru dari luar Jawa dengan masyrarakat Yogyakarta


Status Yogyakarta yang menjadi Kota Pelajar menjadi daya tarik sendiri bagi siswa untuk melahjutkan studi kuliahnya di Kota Yogyakarta, baik di universitas negeri atau pun swasta. Setiap tahun Kota Yogyakarta terjadi pertambahan penduduk yang begitu banyak, yaitu khususnya oleh kalangan mahasiswa. Mahasiswa berbondong-bondong ke Yogyakarta untuk melanjutkan studi kuliah di universitas negeri maupun swasta yang ada di kota ini. Mahasiswa yang dating pun tidak hanya berasal dari daerah jawa akan tetapi juga banyak yang berasal dari luar jawa.
Mahasiswa yang berpindah ke Kota Yogyakarta, harus meyesuaikan diri dengan masyarakat Yogyakarta. Ada diantara mereka khususnya yang berasal dari luar Jawa memerlukan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dengan masyarakat Yogyakarta, karena adanya perbedayaan budaya asal daerah mereka dengan budaya Kota Yogyakarta. Akan tetapi ada juga mahasiswa yang bisa mengadaptasikan dirinya dengan masyarakat Yogyakarta dengan wakt yang cukup singkat.
Bagi mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Ygyakarta sangatlah penting mengingat salah satu faktor mahasiswa sukses belajar yaitu faktor lingkungan. Sehingga kesuksesan mahasiswa dalam menempuh kuliah salah satunya bisa dilihat dari bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Masyarakat Yogyakarta dikenal merupakan masyarakat yang santun. Sehingga dengan kesantunan masyarakat Yogyakarata, memepermudah mahasiswa untuk menyesaikan diri. Bahkan banyak mahasiswa yang betah dengan lingkungan masyarakat Yogyakarta. Salah satunya yaitu Bondan mahasiswa D3 Ekonomi yang telah meyelesaikan studinya mengatakan “Saya sangat betah tinggal di Yogyakarta, begitu juga masyarakatnya yang ramah, kemungkinan saya juga akan mencari pekerjaan disini”, ujar mahasiswa yang berasal dari Jambi tersebut.
Bahkan banyak mahasiswa yang dulunya kuliah di Yogyakarta sekarang sudah memiliki keluarga, tempat tinggal dan dan pekerjaan tetap di Yogyakarta. Dengan demikian adaptasi sosial merupakan salah satu adaptasi yang sangat penting untuk dilakukan bagi masyarakat yang mempunyai lingkungan baru.

Adib Aunillah (10/299747/SA/15446)
Sastra Asia Barat
Universitas Gadjah Mada


Rabu, 14 September 2011

Learn About Essay

Malam ini aku sibuk mencari apa itu makna "Essay". Semester III baru masuk kuliah langsung mendapat tugas membat essay, dipikiranku masih agak rancu, apa sih sebenarnya essay??? strukturnya apa aja???
akhirnya ak menemukan dah pengertiian essay meskipun pakai bahasa inggris aku dikit-dikit dapat memahaminya. Langsung cekidot aja kawan
Basic to Learn Essay


http://lklivingston.tripod.com/essay/

Kamis, 04 Agustus 2011

Menjadi Pribadi Yang Bijak

Judul : Manajemen Qolbu – AA Gym
Sumber : Manajemen Qolbu Online

Sumber: Buletin InfoDT Jakarta - No.13/Tahun IV/Agustus 2004
Oleh : Aa Gym

Satu ciri ketakwaan seseorang kepada Allah adalah sifat bijak dalam kehidupannya. Yaa Ayyuhan naasu innaa khalaqnaakum min dzakariw wa untsa wa ja'alnaakum syu'uubaw waqabaa-ila li ta'aarafuu inna akramakum'indallahi atqaakum innallaha 'aliimun khabiir (Qs.Al-Hujuraat ayat 13). "Hai sekalian manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti". Ciri orang yang bertaqwa adalah dia merupakan orang yang bijaksana. Pertanyaan pertama ketika kita bercermin adalah apakan diri ini sudah bijak, jika jawabannya belum maka jadikanlah hal ini sebagai sebuah cita-cita.

Jika ada yang mengatakan rindu pemimpin yang bijak, jika kita mengatakan bahwa bangsa ini krisis keteladanan, maka jangan mencari teladan karena susah untuk ditemukan, untuk itu yang paling mudah adalah menjadikan kita sebagai tauladan paling tidak untuk keluarga, janganlah menuntut untuk mendapatkan presiden yang bijak karena akan susah untuk didapat, karena itu yang dapat kita lakukan adalah menuntut diri kita sendiri. Orang yang bijaksana itu merupakan suatu keindahan tersendiri, misalkan ketika menjadi seorang guru yang bijak biasanya sangat disukai oleh murid-muridnya. Seorang pemimpin yang bijak biasanya ia disegani oleh kawan maupun lawan, jika orang tua bijaksana maka akan dicintai oleh anak-anaknya.

Pada dasarnya kebijakan ini tidak susah untuk dimiliki. Ud'u illa sabiili rabbika bil hikmati wal mau 'izhatil hasanati, wa jaadilhum billatii hiya ahsanu inna rabbaka huwa'alamu bi man dhalla 'an sabilihii wa huwa a'lamu bil muhtadiin. Artinya: "Serulah kepada jalan (agama) Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara sebaik-baiknya, sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk".

Sumber kearifan dan kebijaksanaan dapat datang dari :

1. Sikap hidupnya yang siddiq yaitu orang yang sangat menyukai kebenaran, sekuat tenaga hidupnya berusaha berbuat benar dan selalu ingin membuat orang menjadi benar, semangat didalam hati akan cinta terhadap kebenaran, istiqomah dalam kebenaran dan ingin orang juga memiliki sikap yang benar maka hal tersebutlah yang membuat orang menjadi bijaksana.

2. Sikap hidup yang amanah, rasa tanggung jawab karena hidup yang hanya sekali dan ingin mempertanggung jawabkan hidup ini baik sebagai anak, ayah, orang tua, anggota masyarakat, sikap amanah ini timbul dari dalam jiwa kita.

3. Sikap hidup Fathonah, berwawasan luas, berilmu luas jadi begitu banyak pilihan sikap yang merupakan buah dari kecerdasan.

4. Sikap hidup yang Tabligh adalah dapat menyampaikan sesuatu dengan baik kebenaran. Sehingga menyebabkan mendapatkan sesuatu yang diinginkan tanpa merusak tatanan yang ada.


BAGAIMANA CARA MENJADI ORANG UANG BIJAK

1. Tidak Emosional, hal itu berarti orang yang temperamental, mudah marah, meledak-ledak, gampang tersinggung, sulit menjadi bijaksana dan hanya dapat menjadi bijak dengan pertolongan Allah dan kegigihan usaha untuk berubah, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang mudah marah maka jika bertindak biasanya cenderung tergesa-gesa. Orang-orang yang emosional tersinggung sedikit akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri.

2. Tidak egois, orang yang egois jelas tidak akan dapat menjadi bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemaslahatan bersama, orang yang egois biasanya hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Rasulullah selalu hidup dalam pengorbanan, begitu pula Indonesia dapat merdeka oleh orang-orang yang berjuang penuh pengorbanan. Orang yang bijak adalah orang yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.

3. Suka cinta dan rindu pada nasihat, akan sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya kepada orang yang tahu mengenai hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar. Jika kita alergi terhadap kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa menjadi orang yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa memimpin dengan baik.

4. Memiliki kasih sayang terhadap sesama, Rasa sayang yang ada diharapkan tetap berpijak pada rambu-rambu yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan bahwa orang yang dinasehati oleh Rasulullah secara bijak berbalik menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan bathinnya adalah menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya memiliki kasih sayang yang berlimpah tidak hanya pada waktu kampanye saja. Kasih sayangnya juga tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan.

5. Selalu berupaya membangun, Orang yang bijak tidak hanyut oleh masa lalu yang membuat lumpuh tetapi selalu menatap ke depan untuk memperbaiki segalanya. Orang yang bijak akan membangkitkan semangat orang yang lemah, menerangi sesuatu yang gelap. Jika melihat orang yang berdosa, maka ia akan bersemangat untuk mengajak orang tersebut untuk bertaubat. Orang yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebathilan. Semangat orang yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain disekitarnya.

Jadi yang dibutuhkan pada seorang pemimpin bijak adalah pribadi yang tidak emosional, tidak egois, penuh kasih sayang, cinta akan nasihat dan memiliki semangat terus menerus untuk membangun dirinya, ummat serta bangsa ini, dia tidak akan peduli walaupun dibalik kebangkitan yang ada dia mungkin akan tenggelam. Pemimpin yang bijak tidak peduli akan popularitas dan tidak peduli dengan adanya pujian manusia karena kuncinya adalah ketulusan dan tidak mengharapkan apapun dari yang telah di lakukan, adalah tidak akan bisa bijak jika kita mengharapkan sesuatu dari apa yang kita lakukan. Kita hanya akan menikmati sikap bijak jika kita bisa memberikan sesuatu dari rizki kita, bukannya mengharapkan sesuatu dari yang kita kerjakan.

Alhamdulillaahirobbilaalamin