Minggu, 30 Oktober 2011

Novel “Menjadi Tua dan Tersisih”




Masa menjadi seorang tua merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri dimana pasti semua orang akan mengalaminya. Menjadi tua memang saat dimana masa terakhir seseorang menunggu Tuhan akan menjemputnya. Seseorang tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya dimasa tua. Apakah ia akan menjadi orang tua yang sehat badannya, cerdas pikirannya sehingga sampai Tuhan menjemput ajalnya tidak ada satu orangpun yang ia repotkan. Atau sebaliknya ia menjadi seorang tua yang pikun, apapun yang akan ia lakukan memerlukan bantuan orang lain. Sehingga orang-orang lain sangat ia butuhkan bantuannya untuk melakukan hal-hal yang ingin ia lakukan. Anak-anaknya merupakan lingkungan pertama yang akan ia mintai bantuan untuk melakuakanhal yang igninia lakukan. Hal ini menjadi sebuah pilihan bagi seseorang apakah dimasa tua ia akan merepotkan orang lain atau sebaliknnya ia akan menjadi tua yang sehat badan, akal, sehingga tidak ada seorang pun yang ia repotkan pada masa tuanya.
Novel ini berisi tentang seorang perempuan yang bernama Safira Marahiyah. Selama hidupny, Safira Mahariaya harus mengalami perjalanan yang begitu pahit. Entah kenapa ia merasa Tuhan tidak pernah sekali pun memberikan kebahagiaa untuknya. Ibunya mati karena mengidap kanker rahim saat Safira Marahiya berumur lima tahun.Sejak itulah ia menyandang gadis piatu tanpa ibu. Dimana ia selalu bersaha untuk mencari sebah pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang ia lamar entah kenapa menolaknya, mungkin karena postur tubuhnya yang begitu besar menjadikannya nilai minus dimata asing. Suatu ketika ia ingin melamar untk menjdai seorang perawat, ia menjalani interview untuk tahap seleksi calon perawat di suatu rumah sakit. Dengan hanya beberapa pertanyaan dilontarkan kepadanya. Tidak ada tanda-tanda yang pasti baha ia akan diterima. Beberapa pekerjaan ia lamar, akan tetapi tidak ada satu pun pekerjaan yang menerimyanya. Mungkin karena tubuhnya tidak berpostur seperti perawat impian impian pada umumnya. Bahkan, mungkin saja pasien anak kecil takut ketika bertatap muka dengannya. Bukan perasaan senang dan nyaman yang ada. Namun, mungkin hanyalah cacian yang tak kalah kejamnya, bagai sebilah golok yang mencabik-cabik jantungnya. .
Pada akhirnya ia mengajukan diri untuk menjadi perawat di sebuah panti jompo, dimana di dalamnya penuh dengan orang-orang yang telah lansia. Dan ia diterima menjadi perawat di sebuah panti Jompo “Old is Never Die”. Sebenarnya pekerjaan ini sangat ia benci, karena dirinya tidak suka melayani dengan orang-orang tua yang banyak. Safira Marahiya mendapatkan tugas untuk mendampingi seorang Lansia yang bernama Laman. Ia merupakan salah satu pasien di panti jompo tersebut. Ia dikirim anaknya ke panti jompi ini karena ia mengalami kelemahan pada tubuhnya, sehingga semua pekerjaan harus dikerjakan oleh anaknya. Anak-anak Laman sudah tidak sabar lagi untuk merawatnya. Pada akhirnya mereka mengirimkannya ke sebuah panti Jompo, yang sebenarnya hal inijauh dari angan-angannya. Sebenarnya kesaehatan akalnya masih baik, hanya saja karena kelemahan fisiknya ia harus meminta pertolongan kepada orang lain untuk melakukan semuanya. Sebenarnya Laman merupakan seorang saudagar yang sangat kaya, ia menjadi direktur di perusahaannya sendiri. Anak-anaknya ia berikan fasilitas yang terbaik agar semuanya bisa mereka lakukan. Tapi balasannya dimasa tua tidak ia sangka-sangka kalau ia dikirim ke sebuah Panti Jompo. Safira mendapatkan banyak pelajaran dari Laman, apa sebenarnya makna hidup ini. Tuan Laman memberikan berjuta-juta ilmu kepadanya. Safira Marahiya pun menyadari betapa berharga arti hidup ini.
Novel ini sangat baik bagi pembaca yang ingin mengetahui bagaimana arti hidup sebenarnya. Dikisahkan dengan bahasa yang menarik menjadikan buku ini tidak bosan untuk membacanya. Novel psoikologi ini meggugah hati nurani manusia yang terbuang tentang jerit lara si tua yang tidak dihargai, layaknya seonggok sampah yang terbuang sia-sia. Adib Aunillah F/SA/FIB/UGM

Selasa, 25 Oktober 2011

Arabic Days / Al Ayyam Al Arobiyah UGM



Salah satu agenda tahunan Ikatan Mahasiswa Sastra Asia Barat (IMABA) adalah Arabic Days / Ayyamul. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya IMABA FIB UGM pada tahun ajaran 2011/2012 ini akan mengadakan kegiatan yaitu beberapa perlombaan untuk tingkat SMA/MA se-DIY.
Beberapa cabang lomba yang ada adalah
- Lomba Pidato Bahasa Arab
- Lomba Kaligrafi
- Lomba Fashion Show

Perlombaan akan di laksanakan pada tanggal 6-9 November 2011

Eksploitasi Hutan di Indonesia


Akhir-akhir ini pemanasan global (global warming) menjadi topik yang tidak asing lagi di trlinga kita. Banyak kalangan-kalangan yang menyuarakan untuk mencegah global warming, baik dari lembaga, ormas dan elemen masyarakat lainnya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan oleh manusia. Mereka melakukannya hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, dengan keserakahannya tanpa mempertimbangkan apa efek dari perbuatan buruknya tersebut. Salah satu sumber daya alam yang sering di rampas oleh kerakusan manusia adalah hutan. Menurut Arifin Arief (1988) dijelaskan, hutan merupakan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbhan-tumbuhan memanjat dengan bunga yang beranekan warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Dari sudut pandang orang ekonomis, hutan merupakan tempat penanaman modal jangka panjang yang sangat menguntungkan dalam bentuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Sedangakan bagi para ilmuwan, hutan menjadi sangat bervariasi sesuai dengan spesifikasi ilmu. Ahli silvikultur mempunyai pandangan berbeda dengan ahli management hutan atau ahli ekologi atau ahli ilmu-ilmu lainnya. Menurut ahli silvika, hutan merupakan hutan merupakan suatu assosiasi dari tumbuhan-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pohon-pohon atau vegetasi kayu yang menempati areal luas. Sedangkan ahli ekologi mengartikan hutan sebagai suatu masyarakat tumbuh-tmbuhan yang dikuasai oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan berbeda dengan keadaan lingkungan di luar hutan.
Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai hutan yang begitu luas dan menjadi salah satu penyeimbang atmosfir di bumi. Kalimantan (borneo) menjadi salah satu pulau terbesar di dunia yang terdapat ekosistem hutan yang sangat luas. Akan tetapi puluhan tahun belakangan ini ekosistem hutan di borneo


Adib 'Aunillah Fasya
Sastra Asia Barat
Universitas Gadjah Mada

Adaptasi mahasiswa baru dari luar Jawa dengan masyrarakat Yogyakarta


Status Yogyakarta yang menjadi Kota Pelajar menjadi daya tarik sendiri bagi siswa untuk melahjutkan studi kuliahnya di Kota Yogyakarta, baik di universitas negeri atau pun swasta. Setiap tahun Kota Yogyakarta terjadi pertambahan penduduk yang begitu banyak, yaitu khususnya oleh kalangan mahasiswa. Mahasiswa berbondong-bondong ke Yogyakarta untuk melanjutkan studi kuliah di universitas negeri maupun swasta yang ada di kota ini. Mahasiswa yang dating pun tidak hanya berasal dari daerah jawa akan tetapi juga banyak yang berasal dari luar jawa.
Mahasiswa yang berpindah ke Kota Yogyakarta, harus meyesuaikan diri dengan masyarakat Yogyakarta. Ada diantara mereka khususnya yang berasal dari luar Jawa memerlukan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dengan masyarakat Yogyakarta, karena adanya perbedayaan budaya asal daerah mereka dengan budaya Kota Yogyakarta. Akan tetapi ada juga mahasiswa yang bisa mengadaptasikan dirinya dengan masyarakat Yogyakarta dengan wakt yang cukup singkat.
Bagi mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Ygyakarta sangatlah penting mengingat salah satu faktor mahasiswa sukses belajar yaitu faktor lingkungan. Sehingga kesuksesan mahasiswa dalam menempuh kuliah salah satunya bisa dilihat dari bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Masyarakat Yogyakarta dikenal merupakan masyarakat yang santun. Sehingga dengan kesantunan masyarakat Yogyakarata, memepermudah mahasiswa untuk menyesaikan diri. Bahkan banyak mahasiswa yang betah dengan lingkungan masyarakat Yogyakarta. Salah satunya yaitu Bondan mahasiswa D3 Ekonomi yang telah meyelesaikan studinya mengatakan “Saya sangat betah tinggal di Yogyakarta, begitu juga masyarakatnya yang ramah, kemungkinan saya juga akan mencari pekerjaan disini”, ujar mahasiswa yang berasal dari Jambi tersebut.
Bahkan banyak mahasiswa yang dulunya kuliah di Yogyakarta sekarang sudah memiliki keluarga, tempat tinggal dan dan pekerjaan tetap di Yogyakarta. Dengan demikian adaptasi sosial merupakan salah satu adaptasi yang sangat penting untuk dilakukan bagi masyarakat yang mempunyai lingkungan baru.

Adib Aunillah (10/299747/SA/15446)
Sastra Asia Barat
Universitas Gadjah Mada